7 Tips LULUS AcEPT UGM

Dear Partners,

Banyak sekali calon mahasiswa UGM bahkan mahasiswa UGM itu sendiri, yang hendak menyelesaikan studinya, merasa bahwa ujian AcEPT itu begitu sulit untuk ditaklukkan. AcEPT adalah ujian kompetensi Bahasa Inggris yang menjadi syarat untuk masuk maupun keluar dari UGM.

Semoga tips berikut dapat membantu untuk lulus AcEPT UGM.

Waktu Belajar

Pilih waktu belajar yang nyaman agar dapat fokus dan berkonsentrasi.  Belajarlah secara intensif dan ekstensif. Optimalkan waktu selama dua jam setiap hari secara teratur selama satu bulan penuh. Itu akan jauh lebih efektif ketimbang Anda belajar seharian selama dua hari.

Partners, sedapat mungkin hindarilah belajar di malam hari apalagi jika seharian sebelumnya Anda sudah beraktivas dengan aktif.

Praktisi dan pengajar AcEPT di www.belajarlondo.com menyarankan agar belajar di waktu subuh atau sekitar jam 3.00 sampai jam 5.00 pagi. Kalau ditelusuri lebih lanjut lagi, terlebih dari sisi medis, mengulang pelajaran yang akan diujikan pada waktu subuh itu ternyata lebih efektif.  Hal ini dikarenakan saat bangun pada pagi hari, otak belum melakukan aktivitas berpikir yang terlalu berat, pagi yang hening juga dapat meningkatkan konsentrasi belajar kita, ditambah lagi dengan udara yang masih segar akan mensupply oksigen yang cukup sehat dan baik bagi otak.

Selain pilihan jam itu, Anda juga bisa memanfaatkan jam 7.00 sampai jam 10.00 pagi untuk belajar.  Jangan lupa untuk sarapan yang sehat, konsumsi sayur, buah dan susu untuk menopang nutrisi otak agar mampu berpikir dan bekerja. Waktu ini juga sangat direkomendasikan untuk belajar pelajaran yang dianggap berat seperti pelajaran matematika, fisika, bahasa asing termasuk mepelajari AcEPT UGM yang bagi sebagian dianggap sebagai pelajaran yang cukup sulit atau menatang.

Bagaimana jika Anda terpaksa harus belajar pada malam hari karena waktu Anda terlalu padat untuk beraktivitas yang lain? Anda bisa memanfaatkan waktu antara jam 19.00 hingga jam 21.00 untuk belajar yang optimal.  Ini adalah waktu yang umum dipakai anak sekolah buat belajar di rumah. Meski sudah jadi tradisi, tak banyak yang tahu alasan mengapa memilih waktu ini untuk belajar. Tahu kenapa?

Sebab setelah belajar nanti kita akan beristirahat penuh. Diharapkan setelah otak terkuras, lalu kita tidur, keesokan harinya otak mampu merefresh apa yang sudah dipelajari tadi malam. Beda halnya kalau setelah belajar kamu masih melakukan aktivitas lain, seperti main game, nonton tv, bahkan begadang sampai malam menjadikan hasil belajar yang kamu lakukan tidak maksimal.

Selain itu juga mengurangi daya ingat otak keesokan harinya. Jadi, usahakan setelah belajar langsung istirahat (tidur).

Pelajari Grammar and Structure

Banyak sekali pola dan rumus tata bahasa atau grammar dalam Bahasa Inggris. Fokus saja pada keumuman grammar yang ditanyakan pada soal AcEPT. Pelajari dengan cermat setiap perintah dan pola soal.  Umumnya soal jenis gramatikal yang ditanya menggunkan pola the missing link. Artinya kita harus peka terhadap unsur dan komponen pada struktur kalimat yang terdiri dari subject, predicate, object dan complement atau pelengkap. Melengkapi unsur yang hilang  pada soal-soal AcEPT UGM sebenarnya sama saja seperti kita sedang bermain puzzle, ada potongan-potongan sturktural bahasa yang hilang dalam kalimat-kalimat tersebut.

Mengutip dari https://www.belajarlondo.com/  bahwa grammar and structure pada soal AcEPT UGM meliputi materi pemahaman struktur kalimat tunggal dan majemuk dalam bahasa Inggris beserta dinamika penempatan unsur-unsur kalimat seperti subjek, predikat, objek dan keterangan atau pelengkap tadi.

Karena soal AcEPT UGM pada tes kemampuan Grammar and Structure ini lebih cenderung dengan pola mencari the missing link (komponen yang hilang), maka baiknya kita menguasai unsur keterangan dalam kalimat baik kata maupun frasa.  Tentu Anda juga harus menguasai tentang Grammatical Agreement, Parts of speech, word order, comparatives, elliptical, dll.

Dan sering kali justru, yang gagal ujian AcEPT UGM, jatuh pada nilai Grammar and Structure ini. Masalah mungkin bukan karena kemampuan berbahasa Inggrisnya, bukan pula soal pengetahuan bahasa Inggrisnya, yang paling terjadi adalah karena mindset yang keliru terhadap soal-soal AcEPT UGM khusus pada Part Grammar and Structure ini.

Perluas Kosa Kata

Meskipun nampaknya sepeleh, kosa kata juga sangat menentukan dalam menjawab soal-soal AcEPT UGM, baik pada Part 2 “Vocabulary” yang memang diujikan, maupun pada bagian tes lain. Sebut saja reading misalnya, dimana aka nada pertanyaan seputar closest meaning atau juga refers to yang juga merupakan manifest dari vocabulary ini. Mulailah memperlajari kosa kata dari kata kerja (verb), kata sifat (adjective), kata keterangan (adverb), kata benda (noun), kata ganti (pronoun), dll. Pelajari juga akar katanya, sinonim dan padanaannya.

Kata-kata ini memiliki aturan dan padanannya sendiri-sendiri yang bisa saja membuat kita pusing dalam mengerjakan soal-soal AcEPT UGM. Misalnya kata kerja (verb) yang memiliki beberapa pengelompokan, mulai dari kata kerja transitif, kata kerja intransitive, ada kata kerja dengan pola bentuk present dan past, yang ketika subject-nya berubah bisa saja verbnya juga ikut berubah.

Mac Arif Hamdanas, MA., seorang trainger AcEPT dari Belajar Londo (dulu bernama Best AcEPT Solution) dalam sebuah diskusi akademis seperti dikutip dari laman http://lib.ft.ugm.ac.id/web/perlu-strategi-untuk-mengerjakan-soal-acept/, menyampaikan lima jenis soal AcEPT UGM serta trik dan strategi untuk menjawab dari masing-masing jenis soal, termasuk soal-soal vocabulary ini.

Sebenarnya dalam jenis soal ini, yang ditanyakan adalah kosa kata-kosa kata sederhana. Kita dituntut untuk memecahkan makna yang paling tepat. Contohnya: belajar, mengajar, pelajaran, diajar. Pengecoh atau jebakan dalam soal ini terkadang peserta tes sudah berfikiran sulit setelah melihat soalnya yang panjang, padahal dalam soal itu sebenarnya kita hanya disuruh memilih kata yang tepat dengan konteks kalimat soal. Untuk trik dan strategi menjawab soal dari jenis ini memang kita dibutuhkan penguasaan kosa kata yang lazim secara akademis dan sering membaca.

Perbanyak Listening

Perbanyak mendengarkan podcast Bahasa Inggris. Bisa melalui website seperti Voice of America atau BBC London.

Beberapa model soal dalam listening, yang sering terjadi yaitu;

  • Audio menyuarakan kalimat yang tidak benar secara gramatikal
  • Audio menyuarakan kalimat yang benar secara gramatikal tetapi tidak efektif
  • Audio menyuarakan kalimat yang benar secara gramatikal, efektif, akan tetapi tidak rasional secara akademis

Terkadang dalam sesi ini banyak orang terjebak dalam dalam pengecoh yang ada misalnya kata-kata yang mirip seperti ice cream dengan I scream atau He’s student dengan His student.

Adapun trik atau strategi untuk menjawab soal pada sesi listening ini:

  • Jika yang ditanyakan topik atau garis besar pembahasan, maka dalam Bahasa Inggris jawabannya selalu kalimat pertama.
  • Jika yang dipertanyakan tentang angka, terkadang audio tidak mengatakan angka tersebut, tetapi kita yang harus menghitung sendiri.
  • Pilihlah jawaban yang rasional secara akademis dengan cara menerjemahkan jawaban secara benar
  • Ketika audio berjalan, dengan melihat jawaban, maka kita bisa menebak pertanyaan yang akan dipertanyakan.

Membaca Cepat

Reading merupakan bagian yang selalu diujikan dalam test kompetensi Bahasa Inggris. Belajarlah untuk membaca cepat artikel, jurnal internasional, atau berita-berita dalam Bahasa Inggris. Kuasai kosa kata asing dan cari padanannya.

Pada sesi ini, informasi yang terkandung dalam bacaan bersifat global, berbeda dengan tes TOEFL dimana informasi yang terkandung dalam bacaan lebih condong ke informasi Amerika atau Kanada. Pada sesi ini kemampuan peserta tes dalam membaca cepat sangat dibutuhkan untuk efisiensi waktu yang terbatas.

Pre-viewing membantumu mencerna informasi secara efektif. Namun untuk meningkatkan kecepatan membaca itu sendiri, teknik membacamu perlu diubah. Ada berbagai pelatihan speed reading di luar sana, tapi bila kamu ingin belajar sendiri, beberapa tip berikut bisa kamu coba.

  • Fokus hanya pada keyword. Jangan membaca semua kata, tapi gerakkan mata dengan cepat dan hanya berhentilah di kata-kata kunci yang terasa penting.
  • Pilah teks ke dalam grup-grup kata. Kamu tidak perlu membaca kalimat keseluruhan. Sebagai gantinya, bayangkan tiga atau empat titik tersebar merata di satu baris teks. Pusatkan pandanganmu hanya pada titik-titik itu ketika membaca.
  • Indented reading. Bayangkan teks bacaanmu memiliki titik indentasi di kedua sisi, sebesar tiga sentimeter. Mulailah membaca dari indentasi kiri, dan berhentilah pada indentasi kanan. Meski kamu tak memfokuskan pandangan dari ujung ke ujung, matamu sudah bisa menangkap seluruh teks yang ada.
  • Hindari regresi (membaca ulang). Terkadang kita sulit move on dari sebuah kalimat, sehingga mengulang-ulang kalimat tersebut. Ini menghambat kecepatan baca kita. Manfaatkan suatu benda, misalnya kartu nama, untuk menutupi teks yang sudah kita baca agar cepat maju ke depan.
  • Gunakan penunjuk/tuding. Penunjuk atau tuding biasa digunakan oleh anak-anak yang sedang belajar membaca, tapi tahukah kamu bahwa kita juga bisa menggunakannya setelah dewasa? Ketika kita menggerakkan tuding, mata akan mengikuti gerakan panduan itu sehingga lebih fokus dan lebih cepat. Manfaatkan saja alat-alat di sekitarmu sebagai tuding, misalnya pena atau jari.

Kiat-kiat ini mungkin akan terasa merepotkan di awal. Itu wajar, lagipula kamu memang sedang mempelajari sesuatu yang baru. Anggap saja sebagai latihan. Sedikit demi sedikit kamu akan terbiasa dan bisa melakukannya meski tanpa alat bantu.

Pola Kalimat

Part Composing Skills pada dasarnya hanya berbicara tentang pola kalimat. Bagaimana mana kalimat itu tersusun dan bagaimana kalimat itu disusun menjadi paragraf.

Dalam Composing Skills, semua soal tentang sentences (pola kalimat atau struktur kalimat). Peserta tes diminta untuk menyusun kalimat dan struktur paragraf. Pada tes AcEPT bagian ini, kita harus mengenal dan mengusai bentuk kalimat aktif – pasif, kalimat langsung – tidak langsung, perubahan kalimat afirmatif menjadi negative atau introgatif, dll.

Namun yang paling umum ditanyakan adalah pola-pola kalimat seperti berikut ini :

Berdasarkan jenisnya kalimat dalam bahasa Inggris dibedakan dalam empat kelompok, di antaranya:

1. Simple Sentence (Kalimat Tunggal)

Kalimat tunggal (Simple sentence) adalah kalimat yang hanya memiliki satu subject dan satu predikat tanpa adanya anak kalimat. Contoh:

  • I shall study harder than before.
  • Mr. Hamdanas speaks Chinese fluently.

2. Compound Sentence (Kalimat Mejemuk)

Kalimat majemuk (compound sentence) adalah kalimat yang memiliki satu subject tapi terdapat dua predikat yang mencerminkan gagasan/keterangan yang berbeda, gagasan/keterangan tersebut dihubungkan oleh sebuah kata hubung (conjuction) Contoh:

  • Ayoe is a beautiful girl although she is not clever.
  • Vania will not come to you your party because you did not invite her.

3. Complex Sentence (Kalimat Sempurna)

Kalimat sempurna (complex sentence) adalah kalimat yang hanya ada satu predikat utama disertai anak kalimat untuk menerangkan subject atau object  dengan menggunakan kata ganti penghubung (relative pronoun) Contoh:

  • Bhenq who sings country songs very well is my brother.
  • The hotel where I stayed for three days is the biggest in this city.

4. Compound Complex Sentence (Kalimat Majemuk Sempurna)

Kalimat Majemuk Sempurna (Compound Complex Sentence) merupakan gabungkan antara kalimat majemuk (compound sentence) dan kalimat sempurna (complex sentence) hal ini menunjukkan bahwa kalimat majemuk sempurna (Compound Complex Sentence) terdapat satu predicate utama atau lebih yang disertai oleh satu atau lebih anak kalimat. Contoh:

  • I just visited my grandparent who was moved to the village three months ago and bought them many beautiful and special parcels, which I bought from Singapore Trade Centre last month.
  • The beautiful girl whom Bhenq loves is a loyal woman and has given him many gifts but he always refuses it.

Agar lebih jelas, perhatikan perbedaan sekaligus penggabungan kalimat berikut:

1. Simple Sentence

(a)          Hanny always comes on time to school.

(b)          Hanny lives so far from here.

(c)           Hanny wants to be a doctor.

2. Compound Sentence

(a+b)     Hanny always comes on time to school altough [she] lives so far from here.

(b+a)     Hanny lives so far from here but [she] always comes on time to school.

(a+c)      Hanny always comes on tome to school because [she] wants to be a doctor.

3. Complex Sentence

(a+b)     Hanny who always comes on time to school lives so far from here.

(b+a)     Hanny who lives so from here always comes on time to school.

(a+c)      Hanny who always comes on time to school wants to be a doctor.

4. Compound Complex Sentence

(a+b+c)                Hanny who always comes on time to school although lives so far from here wants to be a doctor.

(b+a+c)                Hanny who lives so far from here but always comes on time to school wants to be a doctor.

(c+b+a)                Hanny who wants to be a doctor, lives so far from here but always comes on time to school.

Strategi dalam mengerjakan soal jenis ini:

  • Kuasai jenis kalimat soal tersebut, apakah kalimat aktif atau pasif, apakah kalimat nominal atau kalimat kerja, apakah kalimat sederhana atau kalimat kompleks.
  • Kuasai elemen-elemen kalimat sehingga peserta bisa menyusun kalimat tersebut menjadi sebuah paragraf.

Lagi… Lagi… Lagi…

Review-lah kembali semua materi yang sudah diberikan oleh mentor. Pelajari lagi, pahami dan perbanyak latihan soal. Imam Az Zuhriy rahimahullah dalam Tahdzib Al Hilyah, 2/24 mengatakan, “Hilangnya ilmu itu karena lupa dan tidak mau mengulang-ulang dalam mempelajarinya.”

So, rajin-rajinlah dalam mengulang materi dan latihan soal.

Semoga bermanfaat and success with you all the way.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here